By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Informasi & Berita TorajaInformasi & Berita TorajaInformasi & Berita Toraja
  • Home
  • Daya Tarik
    • Objek Wisata
    • Aktivitas
    • Tradisi dan Budaya
    • Luar Toraja
    • Daftar Tour Guide Toraja
  • Event
  • Berita
    • Hukum & Kejahatan
    • Internasional
    • Nasional
    • Pemilu
    • Politik
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Parenting
    • Travel
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
    • Tokoh Publik
Search
Ekonomi
  • Bisnis
  • Investasi
  • Keuangan
  • UKM
Teknologi
  • Ide
  • Pendidikan
  • Sains
  • Tips
Hiburan
  • Film
  • Musik
  • Seleb
  • Tokoh Publik
Olahraga
  • Olahraga
Media
  • Video
  • My Bookmarks
  • Advertise
  • Privacy Policy
© 2024 Toraja.info by Todi shop. All Rights Reserved.
Reading: Berbagai Jenis Motif Ukiran Toraja dan Makna Filosofinya
Share
    Lang:
  • English
  • Indonesia
Notification
Informasi & Berita TorajaInformasi & Berita Toraja
    Lang:
  • English
  • Indonesia
  • Daya Tarik
  • Event
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Video
Search
  • Home
    • Halaman Utama
    • Kalender Event Toraja
    • Daftar Tour Guide Toraja
  • Daya Tarik
    • Objek Wisata
    • Aktivitas
    • Tradisi dan Budaya
    • Luar Toraja
  • Kategori Berita
    • Berita
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Video
Follow US
  • My Bookmarks
  • Advertise
  • Privacy Policy
© 2024 Toraja.info by Todi shop. All Rights Reserved.
Ragam Motif Ukiran Toraja (Passura’ Toraja)
Home > Daya Tarik > Tradisi dan Budaya > Berbagai Jenis Motif Ukiran Toraja dan Makna Filosofinya
Tradisi dan Budaya

Berbagai Jenis Motif Ukiran Toraja dan Makna Filosofinya

Terdapat setidaknya 125 jenis motif dari ukiran Toraja yang biasanya diukirkan pada rumah Tongkonan dan lumbung padi Alang.

admin
By admin
Share
SHARE

Bahasa Toraja hanya diucapkan dan tidak memiliki sistem tulisan. Untuk menunjukkan konsep keagamaan dan sosial, suku Toraja membuat ukiran kayu dan menyebutnya Passura’ (atau “tulisan”). Oleh karena itu, ukiran kayu merupakan perwujudan budaya Toraja. Terdapat setidaknya 125 jenis motif dari ukiran Toraja yang biasanya diukirkan pada rumah Tongkonan dan lumbung padi Alang. Masing-masing dari ukiran ini mempunyai motif dan makna yang berbeda-beda.

Berikut ragam motif-motif ukiran Toraja yang ada pada rumah adat Tongkonan maupun lumbung Alang:


1.) Pa’Barre Allo

1. Pa’ Barre Allo - Ukiran Toraja
  1. Arti: Dalam bahasa Toraja “Barre” artinya bulatan atau lingkaran, dan “Allo” artinya matahari. Jadi “Pa’ Barre Allo” artinya ukiran yang menyerupai bulatan matahari dengan pancaran sinarnya. Biasanya di atas ukiran Pa’ Barre Allo diletakkan ukiran “Pa’manuk Londong” maksudnya adalah ilmu pengetahuan dan kearifan itu bertujuan mulia bagaikan sinar matahari memberi kehidupan kepada siapapun.
  2. Makna: • Menyatakan tanda kemuliaan kepada Tuhan yang telah menciptakan Matahari. • Lambang kebesaran, keagungan dan kebanggaan bagi orang-orang Toraja.
  3. Letak: Bagian depan paling atas rumah dan lumbung. Selalu diukir bersama dengan Pa’ Londongan (Ayam).
  4. Kelompok: Garonto’ Passura’

2.) Pa’Tedong

  1. Arti: Tedong dalam bahasa Toraja berarti kerbau. Ukiran Pa’Tedong adalah ukiran yang menyerupai muka seekor kerbau.
  2. Makna: • Melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat Toraja. Kerbau merupakan binatang ternak peliharaan yang bernilai tinggi, terutama dalam penggunaannya dalam adat masyarakat Toraja.
  3. Letak: Papan besar teratas, pemisah antara motif ukiran dinding pada rumah dan lumbung (mananga atau sangkinan).
  4. Kelompok: Garonto’ Passura’
2. Pa’ Tedong - Ukiran Toraja

3.) Pa’Londongan (Manuk Londong)

3. Pa’ Londongan - Ukiran Toraja
  1. Arti: Londongan atau Londong dalam bahasa Toraja artinya ayam jantan. Ukiran Pa’Londongan adalah ukiran yang menyerupai ayam jantan. Ukiran ayam jantan ini selalu ada pada rumah atau lumbung, bukan berarti karena orang Toraja gemar sabung, melainkan sebagai arti tanda kehidupan.
  2. Makna: • Melambangkan keberanian seorang pemimpin yang arif dan bijaksana. • Melambangkan penyelesaian hukum adat. • Diharapkan penghuni rumah mendapat keturunan yang berani seperti ayam jantan, yang kelak dapat melindungi orang banyak.
  3. Letak: Longa (segitiga) rumah dan lumbung bagian depan dan belakang. Selalu diukir bersama Pa’ Barre Allo.
  4. Kelompok: Garonto’ Passura’

4.) Pa’Sussuk

  1. Arti: “Sussuk” artinya dikupas. Ukiran Pa’Sussuk adalah ukiran yang hanya dikupas sejajar dan tidak diwarnai (passura’ rangke). Hanya Tongkonan tertentu saja yang sering menggunakan ukiran ini, tidak dipakai secara sembarangan pada dinding rumah.
  2. Makna: • Melambangkan kegotong-royongan dan kebersamaan kesatuan masyarakat yang demokratis.
  3. Letak: Dinding Tongkonan yang berperan dalam menentukan kebijakan dasar wilayah adat.
  4. Kelompok: Garonto’ Passura’
4. Pa' Sussuk - Ukiran Toraja

5.) Pa’Doti Langi’

5. Pa’ Doti Langi' - Ukiran Toraja
  1. Arti: Doti (ilmu hitam, kerbau belang), Langi (langit). Ukiran Pa’Doti langi’ adalah ukiran yang berbentuk palang yang berjejer-jejer dan ditengah-tengah palang ada ukiran lain seperti bintang-bintang di atas langit. Ukiran ini juga sering diukir pada usungan mayat dan ditempelkan berupa plat perak atau emas (yang sudah digunting-gunting) pada bungkusan mayat (balun) bangsawan yang berjenis kelamin wanita yang akan diupacarakan pada level tertinggi (sapu randanan).
  2. Makna: • Sebagai tanda kebangsawanan seorang wanita Toraja. • Menandakan rumah pusaka (banua Tongkonan).
  3. Letak: Diukir hanya pada tongkonan tertentu, tidak boleh tongkonan biasa, diletakkan juga pada sangka’ (ampang) longa.
  4. Kelompok: Passura’ To Dolo

6.) Pa’Limbongan

  1. Arti: Dikenal juga dengan nama “Ne’Limbongan”. Bentuk dasar dari kata tersebut adalah “Limbong” artinya danau. Diyakini Ne’ Limbongan adalah nama orang konon kabarnya adalah arsitek Toraja pertama yang sekaligus penemu ukiran Toraja berapa ribu tahun yang silam. Limbongan menurut pengertian Toraja adalah sumber mata air yang tidak pernah kening yang dapat memberi kehidupan alam sekitarnya. Dalam masyarakat Toraja dahulu kala, hampir setiap kampung ada saja orang yang diberi nama Limbong.
  2. Makna: • Orang Toraja gigih dan bertekad memperoleh berkat dan rezeki dari empat penjuru mata angin (Utara, Timur, Barat dan Selatan) dan bagaikan mata air yang bersatu dalam satu danau dan memberikan kebahagian bagi anak cucunya (keturunannya).
  3. Letak: Dinding rumah bagian samping.
  4. Kelompok: Passura’ To Dolo
6. Pa’ Limbongan - Ukiran Toraja

7.) Pa’Suletang

7. Pa’ Suletang - Ukiran Toraja
  1. Arti: “Suletang” sama dengan erong. Ukiran ini diukir pada erong karena ukirannya dibundar (dikampasu) kemudian dikaitkan dengan yang lain sehingga di namakan suletang.
  2. Makna: • Memperhatikan dan menghargai orang mati, kelak kemudian mereka bisa memberkati orang yang masih hidup.
  3. Letak: Peti Jenazah.
  4. Kelompok: Passura’ To Dolo

8.) Pa’Lolo Tabang

  1. Arti: “Lolo” artinya pucuk dan “Tabang” artinya pohon lenjuang/andong merah. Ukiran Pa’Lolo Tabang adalah ukiran yang menyerupai pucuk daun hanjuang merah. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman utama setelah pinang. Kegunaannya dipakai dalam kegiatan-kegiataan yang berkaitan dengan upacara adat Rambu Tuka’, seperti syukuran Tongkonan.
  2. Makna: • Orang tua dahulu mendambakan agar manusia atau anggota masyarakat selalu berada dalam ketenangan batin, sehat jasmani, dan terhindar dari penyakit.
  3. Letak: Dinding bingkai yang khusus berdiri ke atas dan miring.
  4. Kelompok: Passura’ To Dolo
8. Pa’ Lolo Tabang - Ukiran Toraja

9.) Pa’Doti Siluang

  1. Arti: “Doti” dalam bahasa Toraja mempunyai arti yaitu ilmu hitam yang dapat mencelakan orang atau Kerbau Belang. “Siluang” artinya bersama-sama dalam sarung. Ukiran ini diumpamakan seperti seperti kerbau belang yang sangat berharga di Toraja. Menurut ketentuan adat hanya mayat wanita dapat dihiasi dengan ukiran Pa’doti Siluang dan tidak boleh pada pembungkus mayat laki-laki.
  2. Makna: • Menurut kepercayaan Toraja dahulu wanita adalah lambang keanggunan tetapi kadang-kadang karena wanita pula bila tidak berhati-hati dapat mendatangkan malapetaka. • Peringatan untuk berhati-hati mendengarkan dan memecahkan peristiwa yang sumbernya dari wanita (dalam bentuk keluhan) karena dari wanitalah biasa muncul persoalan/peristiwa yang dapat membuat pikiran kalut dan akhirnya menyusahkan.
  3. Letak: Peti jenazah khusus wanita bangsawan atau pada dinding rumah.
  4. Kelompok: Passura’ To Dolo
  5. Merupakan Pengembangan dari Pa’Doti Langi.

10.) Pa’Doti Pandin

  1. Arti: “Doti” adalah ilmu hitam atau kerbau belang. “Pandin” artinya pemuda yang ganteng. Ukiran “Pa’Doti Pandin” adalah ukiran yang diciptakan hasil pengembangan dari Ukiran Pa’Doti Langi. Umumnnya ukiran ini lebih diperuntuhkan bagi seorang wanita yang masih gadis.
  2. Makna: • Melambangkan seorang gadis yang dicintai banyak pemuda.
  3. Letak: Sangka’ longa.
  4. Kelompok: Passura’ To Dolo
  5. Merupakan Pengembangan dari Pa’Doti Langi.
10. Pa’ Doti Pandin - Ukiran Toraja

11.) Pa’Kapu’ Baka

11. Pa’ Kapu' Baka - Ukiran Toraja
  1. Arti: “Kapu’” artinya ikatan atau simpulan dan “Baka” artinya bakul atau keranjang. Jadi Pa’ Kapu’ Baka berarti ukiran yang menyerupai simpul-simpul yang menutup bakul. Dahulu kala sebelum orang toraja mengenal brankas, bakul adalah tempat menyimpan harta benda yang diletakkan di atas Tongkonan.
  2. Makna: • Semoga rumpun keluarga senantiasa hidup damai dan sejahtera bagaikan harta benda yang tersimpan dengan aman dan rapi. • Diharapkan keturunan senantiasa bersatu, bersehati dan sejiwa dalam masyarakat. • Diharapkan dapat menjaga rahasia yang dapat merugikan orang banyak.
  3. Letak: Dinding tengah bagian atas rumah dan lumbung.
  4. Kelompok: Passura’ To Dolo

12.) Pa’Bulu Londong

  1. Arti: “Londong” artinya ayam jantan dan “Bulu” artinya Bulu. Ukiran ini menyerupai rumbai yang terurai pada sisi ayam jantan.
  2. Makna: • Melambangkan keberanian, keperkasaan, dan kearifan.
  3. Letak: Kayu melintang rumah dan lumbung, dan di atas indo’ dan di atas indo’ para (dinding langit-langit besar).
  4. Kelompok: Passura’ To Dolo
12. Pa’ Bulu Londong - Ukiran Toraja

13.) Pa’Erong

13. Pa’ Erong - Ukiran Toraja
  1. Arti: “Erong” bagi masyarakat Toraja adalah sejenis peti yang setiap waktu dapat dibuka menurut adat untuk menyimpan tulang belulang dari satu rumpun keluarga. Jadi erong ini adalah peti tempat mengumpulkan tulang-tulang orang mati dalam satu rumpun yang biasanya disimpan di gua-gua. Bentuk erong ada bermacam-macam yaitu seperti kerbau, babi dan ada pula yang menyerupai perahu atau atap rumah Tongkonan.
  2. Makna: • Menurut kepercayaan orang Toraja, dengan mengukir erong, arwah orang yang sudah meninggal itu merasa diperhatikan dan arwah-arwah ini diharapkan akan memberkati dalam bentuk rezeki kepada semua kaum keluarga.
  3. Letak: Peti Jenazah.
  4. Kelompok: Passura’ To Dolo

14.) Pa’Sempa

  1. Arti: “Sempa’” artinya silang. Simbol ukiran ini melambangkan larangan. Sebelum adanya hukum positif terlebih dahulu masyarakat Toraja mengenal hukum adat. Ukiran Pa’sempa ditempatkan di pintu untuk mengingatkan setiap orang yang akan keluar rumah jangan sekali-kali melanggar, jika melanggar maka hukum adat akan berlaku.
  2. Makna: • Setiap perbuatan yang tidak baik dan tidak terpuji dilarang dan dapat dihukum menurut adat.
  3. Letak: Pintu rumah atau lumbung, juga pada dinding lumbung.
  4. Kelompok: Passura’ To Dolo
14. Pa’ Sempa - Ukiran Toraja

15.) Pa’Sussu’ Disempa

15. Pa’ Sussu’ Disempa - Ukiran Toraja
  1. Arti: “Sussu’” artinya ukiran yang arahnya lurus sedangkan “Sempa’” artinya silang. Ukiran Pa’Sussu’ Disempa adalah ukiran yang tidak diwarnai (passura’ rangke).
  2. Makna: • Melambangkan kesatuan wilayah demokratis dan tidak ada diskriminasi. • Melambangkan Tongkonan yang bersangkutan sangat berperan didalam menentukan kebijakan dasar (dasar kehidupan) dalam wilayah adat yang bersangkitan. • Tidak ada perbedaan.
  3. Letak: Dinding rumah dan lumbung yang berada pada Tongkonan tertentu. Umumnya dilukis pada Tongkonan Layuk.
  4. Kelompok: Passura’ To Dolo
  5. Pengembangan dari Pa’Sussuk dan Pa’Sempa

16.) Pa’Tedong Tumuru

  1. Arti: Tedong (kerbau), Tumuru (derum). Tedong Tumuru artinya kerbau yang sedang duduk dalam air atau beristirahat dalam air sambil kepalanya di atas air (kepala mencuat atau muncul di atas permukaan air).
  2. Makna: • Mengingatkan bahwa kita harus mengetahui keadaan sekeliling kita. • Rumpun keluarga memiliki harapan mempunyai kerbau dalam jumlah yang banyak.
  3. Letak: Dinding tengah bagian muka (kedua dari pinggir bagian tengah) atau yang ketiga dari pinggir.
  4. Kelompok: Passura’ To Dolo
  5. Pengembangan dari Pa’Tedong
16. Pa’ Tedong Tumuru - Ukiran Toraja

17.) Pa’Tedong Tumuru To Tondon

17. Pa’ Tedong Tumuru to Tondon - Ukiran Toraja
  1. Arti: Tedong (kerbau), Tumuru (derum), To (orang), “Tondon” adalah salah satu wilayah adat di Toraja. Nama Tondon juga bisa dipakai dibeberapa kampung seperti Tondon Pangala’, Tondon Makale dll. Ukiran “Pa’Tedong Tumur To Tondong” adalah ukiran yang diciptakan hasil pengembangan dari ukiran “Pa’Tedong Tumuru”.Umumnya ukiran ini banyak ditemuai di rumah-rumah di wilayah adat Tondon..
  2. Makna: • Mengingatkan bahwa kita harus mengetahui keadaan sekeliling kita. • Rumpun keluarga memiliki harapan mempunyai kerbau dalam jumlah yang banyak.
  3. Letak: Dinding tengah bagian depan (kedua atau ketiga dari pinggir bagian tengah).
  4. Kelompok: Passura’ To Dolo
  5. Pengembangan dari Pa’Tedong Tumuru

18.) Pa’Talinga Tedong

  1. Arti: “Talinga Tedong” artinya Telinga Kerbau. Ukiran ini menyerupai daun telinga kerbau. Ukiran daun telinga kerbau terpilih sebagai ukiran pada bangunan karena kerbau adalah hewan yang dipandang sebagai harta terbesar.
  2. Makna: • Mengingatkan bahwa kita harus peka dan tanggap terhadap sekeliing kita. • Kita harus senantiasa menerima masukan sebelum mengambil keputusan.
  3. Letak: Ujung balok di sudut rumah atau lumbung, seperti telinga.
  4. Kelompok: Passura’ To Dolo
  5. Pengembangan dari Pa’Tedong
18. Pa’ Talinga Tedong - Ukiran Toraja

19.) Pa’Don Bolu

19. Pa’ Don Bolu - Ukiran Toraja
  1. Arti: “Don” artinya daun dan “Bolu” artinya sirih. Don bolu berarti daun sirih. Dalam agama asli orang Toraja, khusus untuk daun sirih dapat dipakai untuk alat upacara adat dalam permohonan kepada Dewa-dewa. Jadi, Pa’Don Bolu adalah jenis ukiran yang menyerupai daun sirih. Ukiran ini biasa ditempatkan pada dinding rumah dan lumbung padi. Dalam tatanan masyarakat Toraja sirih selalu dibutuhkan, dengan sirih pulah kekerabatan semakin terjalin.
  2. Makna: • Dalam menjalani kehidupan ini, diharapkan selalu mendapat perlindungan dan berkat dari Tuhan.
  3. Letak: Dinding rumah dan lumbung bagian bawah.
  4. Kelompok: Passura’ To Dolo

20.) Pa’Don Bolu Sangbua

  1. Arti: “Sangbua” artinya selembar atau tunggal. Ukiran “Pa’Don Bolu Sangbua” adalah sejenis ukiran yang diciptakan dari pengembangan ukiran “Pa’Don Bolu”. Ukiran ini mirip dengan selembar daun bolu (daun sirih).
  2. Makna: • Dalam menempuh kehidupan ini tidak baik hidup sendiri-sendiri, tetapi harus hidup sebagai anggota dalam satu kelompok masyarakat. • Hendaklah menjalin kekerabatan dengan semua orang..
  3. Letak: Dinding rumah.
  4. Kelompok: Passura’ To Dolo
  5. Pengembangan dari Pa’Don Bolu
20. Pa’ Don Bolu Sangbua - Ukiran Toraja

21.) Pa’Bulittong Siteba’

21. Pa’ Bulittong Siteba’ - Ukran Toraja
  1. Arti: Bulittong (berudu), Siteba (berenang kian kemari dengan tenang).
  2. Makna: • Harapan dari keluarga agar anak cucu hidup damai dan sentosa dalam masyarakat dan dapat merasakan ketenangan batin. • Didiklah anak-anak sejak dini kelak mereka akan menjadi orang yang berguna.
  3. Letak: Dinding lumbung.
  4. Kelompok: Passura’ To Dolo

22.) Pa’Bulintong Somba’

  1. Arti: Bulittong (berudu), Somba’.
  2. Makna: • Didiklah anak cucu sejak dini agar kelak menjadi orang yang berguna. • Rumpun keluarga berharap semoga anak cucu hidup damai dan sentosa dalam masyarakat dan dapat merasakan ketenangan batin.
  3. Letak: Dinding lumbung.
  4. Kelompok: Passura’ To Dolo
  5. Pengembangan dari Pa’Bulittong Siteba’
22. Pa’ Bulintong Somba’ - Ukiran Toraja

23.) Pa’Ambollong

23. Pa’ Ambollong - Ukiran Toraja
  1. Arti: Ambollong (sejenis tumbuhan talas).
  2. Makna: • Permohonan agar rumpun keluarga dapat beroleh karunia dalam mata pencahariannya selama hidupnya supaya mempunyai sawah-sawah besar yang selalu tergenang air sehingga dapat ditumbuhi Ambollong. • Melambangkan kekayaan dan kesehteraan.
  3. Letak: Bingkai dinding bagian bawah.
  4. Kelompok: Passura’ To Dolo

24.) Pa’Ba’ba Gandang

  1. Arti: Ba’ba (penutup), Gandang (gendang).
  2. Makna: • Melambangkan pemimpin yang dikenal, didengar dan diikuti oleh orang dipimpinnya. • Memberikan makna, bahwa bertanya kepada orang yang lebih tahu untuk memperkaya ilmu
  3. Letak: Dinding (mananga) sebelah samping bawah rumah.
  4. Kelompok: Passura’ To Dolo
24. Pa’ Ba’ba Gandang - Ukiran Toraja

25.) Pa’Bua Kapa’

25. Pa’ Bua Kapa’ - Ukiran Toraja
  1. Arti: Bua (buah), Kapas (kapas)
  2. Makna: • Hendaklah hati kita bersih dan seputih kapas.
  3. Letak: Pinggir ukiran bingkai dinding dan kayu melintang.
  4. Kelompok: Passura’ To Dolo

26.) Pa’Lentek Dasak

  1. Arti: Lentek dasak (kaki sejenis burung pipit).
  2. Makna: • Melambangkan kemakmuran dan sosial kepada orang-orang yang berkekurangan..
  3. Letak: Pinggir kayu yang melintang.
  4. Kelompok: Passura’ To Dolo
26. Pa’ Lentek Dasak - Ukiran Toraja

27.) Pa’To’Mokki atau Pa’lalan Asu lalan Asu

27. Pa’ To’ mokki (Pa’ Lalan Asu) - Ukiran Toraja
  1. Arti: To’Mokki (dipahat).
  2. Makna: • Melambangkan kesatuan masyarakat yang demokratis.
  3. Letak: Dinding rumah dan alang tongkonan yang berperan dalam menentukan kebijakan dasar di wilayah adat yang tertentu. Umumnya dilukiskan pada Tongkonan Layuk.
  4. Kelompok: Passura’ To Dolo

28.) Pa’Don Lambiri

  1. Arti: Don (daun), Lambiri (sejenis pohon enau).
  2. Makna: • Harapan dari orang tua agar turunannya kelak mempunyai sawah berpetak seperti bentuk pohon lambiri dan dan jauh dari gangguan penyakit hama seperti hama wereng dan lain-lain.
  3. Letak: Dinding rumah.
  4. Kelompok: Passura’ To Dolo
28. Pa’ Don Lambiri - Ukiran Toraja

29.) Pa’Don Lambiri Ditepo

29. Pa’ Don Lambiri Ditepo - Ukiran Toraja
  1. Arti: Don (daun), Lambiri (sejenis pohon enau), Ditepo (dibagi empat).
  2. Makna: • Bersifap adil terhadap pembagian semua warisan termasuk sawah dan ladang.
  3. Letak: Dinding rumah.
  4. Kelompok: Passura’ To Dolo
  5. Pengembangan dari Pa’Don Lambiri

30.) Pa’Barana’

  1. Arti: Barana (pohon beringin).
  2. Makna: • Harapan agar keturunan mudah memperoleh rezeki atau harta benda dan berkembang bagaikan pohon beringin yang berdaun rimbun dan lebat. • Harapan agar keturunan keluarga menjadi seorang pemimpin yang dapat melindungi rakyat umum. • Melambangkan Kewibawaan dan kekuasaan.
  3. Letak: Langit-langit alang atau lumbung. Di bawah Para rumah setelah Pa’Barre Allo.
  4. Kelompok: Passura’ Malolle’
30. Pa’ Barana - Ukiran Toraja

31.) Pa’Barana’-Rana’

31. Pa’ Barana’-Rana’ - Ukiran Toraja
  1. Arti: Barana (pohon beringin).
  2. Makna: • Harapan agar keturunan mudah memperoleh rezeki atau harta benda dan berkembang bagaikan pohon beringin yang berdaun rimbun dan lebat. • Harapan agar keturunan keluarga menjadi seorang pemimpin yang dapat melindungi rakyat umum. • Melambangkan Kewibawaan dan kekuasaan
  3. Letak: Langit-langit alang atau lumbung. Di bawah Para rumah setelah Pa’Barre Allo.
  4. Kelompok: Passura’ Malolle’
  5. Pengembangan dari Pa’Barana’

32.) Pa’Baranae (Passape Bai)

  1. Arti: Barana’ (pohon beringin), Passape (dipisahkan), Bai (babi).
  2. Makna: • Peningkatan status sosial seseorang oleh karena sikap, prestasi dan tindakannya dalam masyarakat.
  3. Letak: Langit-langit alang atau lumbung. Di bawah Para rumah setelah Pa’Barre Allo.
  4. Kelompok: Passura’ Malolle’
32. Pa’ Baranae’ (Passape Bai) - Ukiran Toraja

33.) Pa’Siborongan

33. Pa' Siborongan - Ukiran Toraja
  1. Arti: Siborongan (bekerja secara berkelompok).
  2. Makna: • Persatuan dalam kekerabatan keluarga selalu menjadi wadah kehidupan walaupun masing-masing sudah berkembang mempunyai hidup sendiri-sendiri.
  3. Letak: Dinding rumah bagian samping.
  4. Kelompok: Passura’ Malolle’

34.) Pa’Re’Po

  1. Arti: Re’Po (bentuk siku-siku).
  2. Makna: • Melambangkan kebersamaan dan kegotong-royongan masyarakat Toraja segala sesuatu jika dikerjakan bersama pasti menjadi lancar dan ringan.
  3. Letak: Pada lumbung disekeliling balok pelintang tumpuan dinding (Sambo rinding).
  4. Kelompok: Passura’ Malolle’
34. Pa’ Re’po - Ukiran Toraja

35.) Pa’Re’Po Sangbua

35. Pa’ Re’po Sangbua - Ukiran Toraja
  1. Arti: Re’Po (bentuk siku-siku), Sangbua (tunggal).
  2. Makna: • Melambangkan kesosialan seseorang.
  3. Letak: Sekeliling balok pelintang tumpuan dinding lumbung.
  4. Kelompok: Passura’ Malolle’
  5. Pengembangan dari Pa’Re’Po

36.) Pa’Tangke Lumu’

  1. Arti: Tangke (cabang), Lumu’ (lumut).
  2. Makna: • Harapan agar anak cucu dimanapun berada dalam satu mata rantai yang tak terpisahkan. • Melambangkan kekayaan dan kemakmuran.
  3. Letak: Dinding lumbung.
  4. Kelompok: Passura’ Malolle’
36. Pa’ Tangke Lumu’ - Ukiran Toraja

37.) Pa’Tangke Lumu’ Sisarak

37. Pa’ Tangke Lumu’ Sisarak - Ukiran Toraja
  1. Arti: Tangke (cabang), Lumu’ (lumut), Sisarak (berpisah dengan yang lain).
  2. Makna: • Kemanapun keluarga merantau harus tetap berada dalam satu mata rantai yang tak terpisahkan dan anak cucu harus Harus mengingat akan kampung halaman. • Melambangkan kekayaan dan kemakmuran.
  3. Letak: Dinding lumbung.
  4. Kelompok: Passura’ Malolle’
  5. Pengembangan dari Pa’Tangke Lumu’

38.) Pa’Tangke Lumu’ Dierong

  1. Arti: Tangke (cabang), Lumu’ (lumut), Dierong (diukir).
  2. Makna: • Melambangkan kekerabatan dan keutuhan keluarga. • Melambangkan kekayaan dan kemakmuran.
  3. Letak: Dinding lumbung.
  4. Kelompok: Passura’ Malolle’
  5. Pengembangan dari Pa’Tangke Lumu’
38. Pa’ Tangke Lumu’ Dierong - Ukiran Toraja

39.) Pa’Tangke Lumu’ Ditoke’

39. Pa’ Tangke Lumu’ Ditoke' - Ukiran Toraja
  1. Arti: Tangke (cabang), Lumu’ (lumut), Ditoke’ (digantung).
  2. Makna: • Melambangkan kekerabatan dan keutuhan keluarga baik yang ada dikampung maupun yang ada diperantauan. • Melambangkan kekayaan dan kemakmuran.
  3. Letak: Dinding lumbung.
  4. Kelompok: Passura’ Malolle’
  5. Pengembangan dari Pa’Tangke Lumu’

40.) Pa’Tukku Pare

  1. Arti: Tukku (runduk), Pare (padi).
  2. Makna: • Dalam hidup ini, kita harus merendahkan hati dan harus seperti padi, yang semakin berisi semakin menunduk.
  3. Letak: Dinding lumbung atau pada langit-langit lumbung yang dalam bahasa Toraja di sebut Indo’ Para.
  4. Kelompok: Passura’ Malolle’
40. Pa’ Tukku Pare - Ukiran Toraja

1234Next Page

You Might Also Like

Tongkonan, Rumah Adat Toraja
Suku Toraja
Mengungkap Banyak Keajaiban Dataran Tinggi Toraja: Lebih dari sekedar situs Pemakaman yang unik
Tenun dari Negeri di Awan
Kebudayaan Toraja
TAGGED:Arti Ukiran TorajaHotJenis Ukiran TorajaMakna Filosofi Ukiran TorajaMakna Ukiran TorajaMotif Ukiran TorajaPassura TorayaUkiran Toraja
SOURCES:passura.id
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
2 Komentar
  • Adfai berkata:
    03 Mei 2025 pukul 3:44 pm

    Maaf ka ini gambarnya sama semua, tidak ada pembeda antara motifnya kak (apakah ada kesalahan web?)

    Reply
    • admin berkata:
      08 Jun 2025 pukul 3:23 pm

      iya maaf sebelumnya, belum sempat update semua gambar ukirannya..

      Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Prosedur Mendirikan SPBU Pertamina
Prosedur Mendirikan SPBU Pertamina, Cek Sebelum Memulai Bisnisnya!
Bisnis Investasi
Cabai Katokkon Toraja
Katokkon, Cabai dengan Sensasi Pedas Ekstra dari Toraja
Kuliner
KAIN IKAT TALI TO BATU - Jejak Sunyi Wastra Kuno dari Rongkong
KAIN IKAT TALI TO BATU : Jejak Sunyi Wastra Kuno dari Rongkong
Fashion
Museum Tekstil Jakarta Indonesia Textile
Catur Kultur Pada Wastra Indonesia dan 49 Tahun Museum Tekstil Jakarta
Fashion
- Advertisement -
Ad imageAd image

Stay Connected

57kFollowersLike
1kSubscribersSubscribe

Tentang Situs Web Kami

Toraja.info adalah situs informasi yang dijalankan oleh Todi shop di Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Konten yang tercantum di situs web ini dimaksudkan untuk tujuan informasi Toraja dan sekitar Toraja. Setiap penjualan yang ditampilkan dalam website kami dimaksudkan sebagai tanda kemitraan dan akan selalu mengarahkan Anda ke situs mitra kami. Kami tidak bertanggung jawab terhadap setiap informasi, produk, layanan yang ditawarkan oleh pihak ketiga (mitra kami).

Kategori Populer

  • Hukum & Kejahatan
  • Pemilu
  • Seleb
  • Tradisi dan Budaya
  • Fashion
  • Kuliner

Informasi

  • Daftar Tour Guide Toraja
  • Kalender Event Toraja
  • Kebijakan Privasi

Berlangganan Newsletter Kami

NEWSUPDATE

You’ve been successfully subscribed to our newsletter! Thank You..

Informasi & Berita TorajaInformasi & Berita Toraja
Follow US
© 2026 Toraja.info by Todi shop. All Rights Reserved.
Toraja Info Login
Welcome Back!

Sign in to your account